Lestarikan Mangrove Inalum Gandeng Kelompok Lingkungan Setempat
Penampakan Mangrove di pesisir Pantai Sejarah Perupuk , oleh Kelompok Tani Cinta Mangrove dan PT.Inalum.( ist)
BATUBARA (STANVASINSIGHT): Wilayah pesisir Kab. Batubara dan kondisi mangrove nya menjadi perhatian serius PT. Inalum, yang telah beroperasi di pesisir timur Sumatera, sejak 1976.
Upaya pelestarian terus dilakukan melalui program rehabilitasi. Data Inalum mencatat, sepanjang 2023 sebanyak 23.000 bibit mangrove ditanam. Setahun berikutnya, 2024, jumlahnya naik jadi 49.000 bibit. Pada 2025, ditambah lagi 15.000 bibit. Jika diakumulasikan, sudah 87.000 bibit yang ditanam untuk memperkuat garis pantai dari abrasi dan memulihkan ekosistem.
Kepada wartawan, Senin (24/8) melalui bagian Corporate Communication Inalum menjelaskan,
Indonesia tercatat memiliki hutan mangrove terluas di dunia. Luasnya mencapai 3,45 juta hektar, atau sekitar 23 persen dari total mangrove di seluruh dunia.
Dengan potensi sebesar itu, pelestarian mangrove bukan hanya soal menjaga habitat flora dan fauna. Ini juga menyangkut ketahanan wilayah pesisir dan keberlangsungan hidup generasi mendatang.
Dari itu Inalum bersama warga tempatan yang bekerja sama dengan Kelompok Tani Cinta Mangrove yang berbasis di Pantai Sejarah Perupuk, KTH Lestari Pesisir, serta Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia terus bergerak agar perawatan dan pengawasan bisa berjalan berkelanjutan.( R1)

