217 Marinir Dikerahkan ke NTT Pakai KRI Soeharso, Bawa Alat Berat dan 3 Ton Bantuan


Jakarta, – Korps Marinir TNI Angkatan Laut mengerahkan 217 personel dari Pasmar 2 Surabaya untuk membantu penanganan gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka diberangkatkan dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) dengan membawa personel Zeni, tenaga kesehatan, peralatan pendukung, serta bantuan kebutuhan dasar untuk warga terdampak.

“217 personel Marinir dari Pasmar 2 Surabaya kami kerahkan dalam Satgas Gulbencal,” kata Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, dalam keterangan Dispen Kormar, dikutip Kamis (20/8/2026).

Endi menuturkan, personel Zeni akan membantu penanganan sarana dan prasarana yang terdampak gempa.

Tim kesehatan disiapkan untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

Korps Marinir juga membawa sejumlah alat dan kendaraan, di antaranya satu dozer, satu excavator, dump truck, truk angkut, ambulans, kendaraan operasional, perlengkapan kesehatan dan dapur lapangan, toolkit tukang, velbed, serta tenda.

“Bersamaan dengan pengerahan pasukan, Korps Marinir juga membawa sekitar 3 ton bantuan sosial,” ucap Endi.

Bantuan itu antara lain berupa sekitar 2 ton bahan pangan pokok serta lebih dari 1.450 koli dan ratusan dus kebutuhan lainnya.

Bantuan tersebut terdiri atas beras, makanan siap saji, mi instan, air mineral, perlengkapan dapur, serta kebutuhan ibu dan bayi seperti bubur bayi, minyak telon, popok, dan pembalut.

Ada pula Al-Qur’an dan perlengkapan ibadah, pakaian layak pakai untuk dewasa dan anak-anak, serta selimut.

Baca juga: Gibran Tiba di NTT untuk Tinjau Penanganan Usai Gempa

Kapal perang jenis bantuan rumah sakit, KRI dr. Soeharso (990), itu berlayar menuju Flores dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, pada Jumat (21/8/2026) pagi waktu setempat.

“Prajurit Petarung Korps Marinir harus selalu hadir ketika rakyat membutuhkan. Kami hadir untuk membantu, melindungi dan meringankan beban saudara-saudara kita di Flores,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan menyampaikan, jumlah korban jiwa akibat gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah jadi 71 orang.

“Jumlah korban (meninggal dunia) ada bertambah satu orang menjadi 71 yaitu di Kabupaten Nagekeo. Kami segenap pemerintah maupun dari kementerian lembaga yang ada bersama-sama saat ini mengucapkan belasungkawa,” ujar Berton dalam konferensi pers secara daring melalui YouTube BNPB, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).

Selain data terbaru korban jiwa, Berton juga menyampaikan bantuan logistik yang telah disalurkan pemerintah sejak hari pertama usai gempa tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) lalu.

Ia menyebutkan, hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 WIB, pemerintah telah menyalurkan 398 ton bantuan ke NTT, 165 ton di antaranya dikirim lewat jalur udara.

Kendati demikian, jalur darat tetap menjadi moda utama untuk mendistribusikan bantuan dari titik logistik menuju lokasi pengungsian.

“Kita perlu pahami bahwa karakter geografis Flores dan kondisi sejumlah ruas jalan yang membuat distribusi ini menjadi pelan karena memang dilakukan secara bertahap,” kata Berton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *